Like This Page on Facebook

Sunday, October 24, 2010

Dasar Subnet Mask pada IP Part 1

Subnet digunakan untuk membuat divisi-divisi jaringan pada node IP yang biasanya digunakan untuk membatasi jumlah user pada suatu kelas jaringan atau alamat jaringan (Network Address). Subnet biasanya berbentuk grup bit yang identikal dan signifikan.


Subnet yang biasa digunakan di lingkungan LAN adalah subnetting dengan /24, /25, /26 sampai dengan /32, dimana /31 dan /32 adalah subnet khusus. Selain itu juga terdapat /8 dan /16 yang sering digunakan. (/8 untuk IP kelas A contohnya 10.0.0.1/8, dan /16 Untuk IP kelas B, contoh :128.10.1.3/16)

/24 adalah subnet IP sampai ke bit yang ke 24, karena IPv4 terdiri dari 32 bit keseluruhan, dengan aturan 8 bit per node (8 bit = 1 byte).

Berikut adalah cara perhitungan nilai bit pada IP, 8 bit tiap node, nilai 1 = true, dan 0 = false
Nilai            :     128     64     32     16     8     4     2     1
Mis. IP 192 :       1        1       0       0      0     0     0     0
=> dikarenakan nilai 192 = 128 + 64

Berikut adalah penempatan ke-32 bit yang saya maksud di atas:
misalkan IP 192.168.1.2 jika dialihkan ke bentuk binary digital (bit) menjadi seperti berikut:

11000000.10101000.00000001.00000010 (192.168.1.2, seperti contoh sebelumnya)
*(Dapat dicoba pada aplikasi kalkulator bawaan Microsoft Windows)
* Jumlah bitnya adalah 32

Subnet /24 adalah pembatasan ruangan sampai ke bit yg ke 24 atau node ke 3, dengan kata lain batasan pembagian ruangan sampai ke titik ketiga contohnya IP kelas C, 192.168.5.2/24, maka pembatasannya sampai pada 192.168.5.x, dimana x merupakan variabel yang dapat diganti-ganti mulai dari 1-254, karena seluruh IP valid pada node ke-4, kecuali 0 dan 255, karena 192.168.5.0 merupakan network address, dan 192.168.5.255 adalah broadcast address.

Berikutnya pada Dasar Subnet Mask pada IP Part 2:
Sebagai contoh IPv4 dengan Network Address 192.168.1.0 akan dibagi menjadi 4 ruangan di ruang lingkup IP yang sama yaitu 192.168.1.x, maka disini proses subnetting dilakukan.
Untuk mencari subnet pertama, gunakan IP paling awal di node tersebut, yaitu 192.168.1.0 sebagai alamat jaringan subnet pertama. Kemudian untuk mencari jumlah client dan IP yang tersedia pada subnet pertama, gunakan rumus berikut: .... To Be Continued

Mohon maaf jika artikel di atas masih terdapat beberapa kesalahan, baik secara teori, penulisan, pengistilahan dan sebagainya. Berikan feedback pada penulis melalui comment, thanks!

No comments:

Post a Comment